Detik itu aku menyadari
ketika jiwa terus mencari
rasa ingin memiliki terus mengisi
sanubari terdalam yang terasa nyeri
Lepas malam itu
aku menyerukan namamu dalam doa
yang masih terpanjat sembari berdengung di atas kepalaku
tetap dan tetap satu sosok saja..
Kemudian coba kututup malam dengan bermimpi
yang ternyata terlampau sulit kujalani
bahkan nyala lampu seakan seterang mentari pagi
aku hanya terbaring dan diam...
malam itu berlalu begitu saja
lalu mimpi berakhir
sembari cahaya pagi menyelusup mataku
dan menyisakan senyumanmu yang terus mengganggu...
(Jagakarsa, Mei 2016)